I am Revive

•Maret 15, 2009 • 1 Komentar

Setelah satu semester dalam fase nol mutlak dan status quo, akhirnya saya diputuskan untuk kembali diisi oleh pemunyaku. Kali ini, posting yang diisi gak tanggung-tanggung. Bukan main. __ post baru sekaligus langsung diluncurkan. Bukan hanya itu, banner yang gelap itu dirombak kembali (meski tiada pengubahan dan perubahan yang berarti). Paling parahnya, blog baru ini punya domain yang baru pula yang malah merepotkan relasi-relasi yang mungkin (bahkan) tidak tertarik dengan isi blog-nya. Entah diriku yang lama mau diapakan atau ditelantarkan begitu saja layaknya akun email dan friendster (facebook gak punya dia)- nya yang dulu, atau dikembangkan keduanya. Jangankan memikirkan mereka, diriku sendiri tak punya harapan. Entah apa pertimbangan dari sang pemilik, tetapi keputusan ini mungkin tiada salahnya mengingat juga cukup pentingnya komunikasi maya akibat sulitnya interaksi secara fisik di dunia yang real. Walaupun, hal ini juga punya efek buruk jika manusia sampe tercandui. Lihat saja anak-anak mereka yang berjam-jam duduk di depan kepingan penangkap berkas elektron, tersenyum menyeringai sambil memijit-mijit kotak-kotak kecil dibawah tangannya bahkan kadang sampai terpingkal-pingkal melihat tiga patah kata lontaran rekannya di seberang gunung. Ck.. Ck.. Ck.. Alangkah naïf dunia ini.

Yah, Dengan tekad akan (mencoba) sering online, sang pemilik juga ingin mengasah kemampuan verbalnya yang praktis nol (hanya hiperbola.red) menurut tes psikologi yang dia ikuti. Blog adalah jawaban yang paling logis dalam pengasahan bahasa dan kemampuan interpretasi pikiran kepada orang lain. Alternatif lain mungkin membuat novel, seperti yang sekarang sedang dikerjakan oleh pemilikku dan beberapa orang temannya (aku yakin bakal batal), sehingga bisa membuat sebuah keteraturan dalam konsep cerita dan narasi. Tetapi Anda tahu sendiri, hal itu adalah hal yang absurd.

Silakan kunjungi albadrln.wordpress.com jika ada waktu.

The Sense of First on ‘Get’

•September 12, 2008 • & Komentar

First Sense is unforgettable one. Bukan maksud indra pertama loch, tapi sense. Sense. Kesan gitu. Yah inilah perasaan-perasaan pertama yang gua derita prahijrah ke kota gua yang baru. Perasaan yang tibul secara spontan dan netral serta tanpa pemikiran matang dan bumbu sedap. Pikiran yang aneh dan sebaiknya dilupakan malah. Ada-ada aja.

Get the ITB

Dredeg bukan! beberapa nanodetik menjelang pengumuman. Semua orang (baca: peserta ujian yang mau liat itu situs) otomatis mengaktifkan prosedur ini. Bimbang memuncak. Muscular mulai melemah. Ada yang sakit perut. Dalam neuron impuls chaos mulai mengkudeta bank data. Males sekaligus tertantang. Pusing. Seakan akan bumi ini berputar dan atmosfer tidak pernah berhenti bergerak gitu (emang). Tiba-tiba ruang waktu mengerut dan masa depan mulai memasung pedangnya ke dada kita. Lebhay. Gak segitunya lah. Kita kan punya kontrol emosi, buktinya bisa ke warnet tanpa kecelakaan. Aku sih dari rumah udah tau, Cuma ambil risiko kecelakaan di jalan adalah hal menantang bukan. Di tambah mengacau warnet bareng kolega, hal yang tak mungkin bisa dilewatkan.

Tau tau lolos? Waw! Wah, lumayan donx. Masuk sesuai doa dan harapan. Senang lah tak terperikan mungkin. Bahagia. Happy. Ceria atau apalah orang menyebutnya. Plus, bingung dan aneh akan langkah selanjutnya. Gak nyangka atau menyesali diri. Campur aduk. Yah suka-suka masing masing mau ngerasain apa.

Tak terkecuali gua, prosedur yang sama juga gua alami. Namun [sebuah konjungsi yang tak tepat penggunaannya disini], rasa bangga itu cepat nian memudar saat memahami apa wahana yang akan ku naiki esok sebagai konsekuensi terkabulnya nazar itu. Ceritanya, kebetulan gua kan masuk ITB nih. Apa itu ITB? Baca di subBlog berjudul Ganesha atau cari di Wikipedia aja deh ya. Trus?

ITB Gilak! Orangnya kan sangar-sangar. Konon banyak orang terkenal, hebat, dan professional dari sono. Bayangkan! Aming pernah kuliah di sana!!! Gak yakin gua bisa bersaing di tempat sedingin itu (dalam arti leksikal dan gramatikal). Kalut nih, bingung! Pilih mana, teman-taman pada mau ke yang satunya. Terus di tempatnya Aming kan banyak orang gila. Kan di sana banyak … Ya sudahlah, keinginan tetap keinginan. Pilihan kita harus jajaki. Masa depan harus diukir dan diri harus dikerasi untuk membuat dunia lunak. Akhirnya, petualangan pun lebih menarik dari sekedar keamanan. You know what I mean.

Get into ITB

Singkat cerita sampailah di gerbang ganesha. Pintu gerbang utama yang terletak di arah mata angin selatan dari kampus ganesha. Kami pun masuk melewati gerbang yang kalau mau masuk nempelin kartu apaan dulu ke Card Reader di samping gerbang, biar mobil sedan kami boleh lewat. Okay, mini tour lingkar selatan kampus ganesha pun dimulai.

Konon, lulusan baru bangga banget pas lihat itu kampus. Wah lah setidaknya. Tapi kok gua gak ya? Dari mobil sepupunya Siddik, daku melihat keluar jendela sepintas. Sempit. Dan agak hampa juga. Bangunan bagian depannya kuno abis, FTSL punya. Dari jaman belanda sudah berdiri katanya. Bangunan yang lain sih lebih modern, tapi catnya gak keren. Ada juga yang sompel, dan kehilangan huruf V. Agak kotor (tapi gak sekotor bangunan pada area lain yang setipe yang pernah gua liat – You know what I mean). Dan lagi eh, di dalam kampus kok ada bank dan toko berderetnya pula.

Soal lingkungan juga agak menarik. Rumput disini gak ada yang boleh diinjak. Padahal separo area rumput (yang keliatan dari mobil waktu itu) gersang habis. Kecuali jika memang gen rumput di kota dataran tinggi ini udah termutasi sampai fenotipnya jadi terkesan colekat (warna.red). Lapangan basket yang lantainya hancur sedikit, lapangan voli mikro, dan taman bunga yang asri. Lingkungan gedung tinggi padat so pasti. O ya, pembaca, meskipun ni kampus punya embel-embel teknologi, jangan harap kayak Vegas ya. Ada plasma TV gede nemplok di tembok gedung ini institute gitu, sampek Indonesia botak juga gak bakal ada.

Unit for Who Comes From Lampung

•September 12, 2008 • 1 Komentar


Anda orang Lampung? Kebetulan nyasar entah mengapa jadi mahasiswa ITB? Anda terkatung-katung? Wajib donk gabung ke Ubala. Unit budaya lampung adalah tempat yang tepat untuk Anda gabungi untuk mencari koneksi dan teman sepenanggungan tentunya.

ITB memiliki banyak sekali unit (UKM) yang tersebar dari berbagai bidang. Secara umum unit di ITB terbagi menjadi unit budaya dan kesenian, unit agama, unit olahraga, himpunan, dan unit lain-lain. Lebih dari 80 unit plus himpunan terdaftar di ITB ini. Masing-masing unit, selayaknya ekskul pada sekolah memiliki tujuan, visi, misi dan ADART sendiri-sendiri tentunya. Setiap unit pun memiliki prasyarat khusus untuk dapat bergabung menjadi anggotanya, salah satunya adalah minat. Contoh prasyarat lain adalah beragama islam untuk masuk unit GAMAIS (Keluarga Mahasiswa Islam). Himpunan adalah unit yang paling sulit untuk dimasuki, karena kamu harus ikut yang namanya OSFAK (ospek fakultas) lalu OSJUR (ospek jurusan) dan mendapat kriteria lulus pada ospek itu agar dapat diakui sebagai anggota himpunan. OSFAK biasa dilakukan selama 2 bulan, sedangkan OSJUR cukup 3 bulan saja. Sebenernya sih kata Pak dJoko (yang notabene nonhimpunan), ospek itu haram di ITB dan tidak ia restui karena tidak bermanfaat, tapi entah mengapa istilah atau kegiatan itu masih terlaksana dengan baik dan militan disini dengan label resmi dan diakui pula.

UBALA yang mungkin bernama terdaftar UBL adalah suatu unit yang dibentuk untuk melestarikan budaya lampung (tujuan ndewa) dan mempersatu mahasiswa ITB yang berasal dari Lampung (tujuan standar). Memiliki suatu mimpi untuk menjadi unit budaya sebesar unit-unit budaya lain yang sudah sangat majunya, seperti Loedroek dari JaTim misalnya. Ya. Ubala adalah termasuk unit ITB yang kecil, dan minim anggota. Setiap tahun hanya sekitar 30 orang saja yang mendaftar kesini. Dibanding UKM (Unit Kesenian Minang) yang per tahun bisa ratusan orang mendaftar, tentu sangat timpang. Ubala disini lebih memposisikan diri sebagai unit kekeluargaan dan persaudaraan ketimbang unit yang fokus terhadap tujuan dewanya (tujuan resmi).

Aku adalah salah satu orang yang tercemplung di Ubala. Unit lain yang aku ikutin adalah Gamais dan rencananya Kokesma dan beberapa unit lain untuk sekedar ikut doank. Memang sangat sepi di Ubala. Selain karena hanya sedikit anak lampung yang melek informasi dan berminat ke ITB (sebagian besar siswa lampung hanya tertarik pada STAN, UGM, dan Unila paling banyak) Ubala memang unit yang masih baru. Aku belum tahu tanggal berapa tepatnya, soalnya belum dikasih sejarah atau info lengkap mengenai ubala, tapi dengar-dengar baru beberapa tahun ini ubala bangun. Maka perlu waktu bagi ubala untuk belajar mandiri dan tumbuh menjadi seorang dewasa yang tangguh, solid, dan terkenal tentu.

Lampung, provinsi di ujung paling selatan Sumatra, salah satu provinsi yang vital bagi pejalanan Sumatra-Jawa, adalah provinsi yang tidak semua orang mengetahuinya. Ubala sebagai unit baru dengan anggota sedikit tentu lebih jarang dikenal oleh civitas academia disini. Oleh karena itu, mengangkat budaya dan nama lampung adalah sesuatu yang digenggam oleh unit ini. Tentu itu bukan suatu yang gampang dan cepat, butuh proses yang panajng dan lama. Setidaknya terdapat orang yang bisa diwarisi ilmu budaya lampung sedikit pada unit ini.

Ubala lebih menekankan kepada kekeluargaan pada setiap kegiatannya, ketimbang memikirkan tugas-tugas berat yang tidak berguna. Oleh karena itulah ospek ubala adalah peristiwa makan-makan pertama di asrama lampung dengan ditemani alat-alat musik lampung (setidaknya itu yang ku rasakan sampai sekarang). Sementara ini hanya dua even besar yang kami lirik, yaitu festival budaya desember dan OHU (open house unit) INKM untuk memamerkan budaya kami. Selain itu, kami lebih mempererat pertemanan, main, dan nge-junk bareng.

Yah, sangat beruntung masuk ke unit yang satu ini. Selain bisa agak gaul dengan kakak tingkat, kita bisa dapat buku-buku TPB dari mereka. Selayaknya keluarga, tiap kumpul kami diselingi dengan bercanda (yang biasanya dimulai Madam Edwin) dan ngobrol hangat. Ubala adalah teman yang pertama disini. Semoga ubala bisa lebih maju dan kompeten lagi. Semoga juga Bambang (FTI, SMA N 9 Bandar Lampung) sebagai ketua angkatan bisa tahan dengan kami yang seringnya akan bandel dan susah diajak kerja sama (maklum anak ITB). Salam UBALA.

PS: Posting ini dibuat dengan terburu dalam rangka menyelesaikan tugas ospek dari kakak ubala. Makanya ada di paling atas postingan dan lebih duluan dari yang lain. Semoga berkenan.

Tentang Blog

•September 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Blog merupakan singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

(disadur murni dari Wikipedia bahasa Indonesia, eksiklopedi bebas)

Sejarah

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Komunitas Blogger

Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.

Jenis-jenis blog

* Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).

* Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.

* Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu

* Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.

* Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).

* Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.

* Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.

* Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).

* Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi

* Blog agama: Membahas tentang agama

* Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.

* Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.

* Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.

* Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka

* Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing

* Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

Budaya populer

Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya

Uji Coba Posting

•September 12, 2008 • & Komentar

Blog ini dibuat dengan rencana namun tidak matang. Mempersiapkan beberapa posting sampai benar-benar di realisasikan namun tiba-tiba diposting secara terburu-buru. Dan dibuat dengan kemampuan amatir terhadap dunia web. Ini adalah milestone postingan dari blok ini. Semoga berhasil. Ada satu pertanyaan. Apakah blog ini akan bertahan lama? Saksikan kelanjutannya.

Ini adalah postingan pertama gua di blog ini. Teks disini mungkin tidak perlu anda perhatikan dan mungkin bahkan anda buka. Namanya juga tes, tidak ada yang penting disini.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

lorem ipsum, atau ringkasnya lipsum, adalah teks standar yang ditempatkan untuk mendemostrasikan elemen grafis atau presentasi visual seperti font, tipografi, dan tata letak. Maksud penggunaan lipsum adalah agar pengamat tidak terlalu berkonsentrasi kepada arti harfiah per kalimat, melainkan lebih kepada elemen desain dari teks yang dipresentasi.

Lorem ipsum disebut juga dengan greeking (melatinkan/meyunanikan) karena kalimat ini berasal dari bahasa Latin.

Teks asli dari Cicero untuk lorem ipsum adalah sebagai berikut (dengan bagian-bagian cuplikannya yang dicetak tebal):

[32] Sed ut perspiciatis, unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam eaque ipsa, quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt, explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem, quia voluptas sit, aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos, qui ratione voluptatem sequi nesciunt, neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum, quia dolor sit, amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt, ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit, qui in ea voluptate velit esse, quam nihil molestiae consequatur, vel illum, qui dolorem eum fugiat, quo voluptas nulla pariatur? [33] At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus, qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti, quos dolores et quas molestias excepturi sint, obcaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa, qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio, cumque nihil impedit, quo minus id, quod maxime placeat, facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet, ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Terjemahan H. Rackham (1914) berbunyi seperti ini: “Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?”

Dalam bahasa Indonesia, kalimat di atas diterjemahkan: “Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?”

Quo usque tandem abutere, Catilina, patientia nostra? Quam diu etiam furor iste tuus nos eludet?